Skip to main content

Organisasi ?. Seharusnya Bersaing dengan Karya

sumber foto: kompasiana.com

Indonesia butuh Organisasi yang banyak untuk menopang upaya pembangunan  ke  arah Negara yang maju. Indonesia butuh Organisasi Keagamaan untuk menopang kehidupan beragama dalam upaya pembangunan Indonesia. Indonesia butuh organisasi-organisasi lain yang berjuang sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Kita tak perlu jauh menengok skala nasional. Mari tarik perhatian ke unsur terkecil dari sebuah struktur Negara bernama Dusun/Kampung.Organisasi yang banyak dalam suatu kampung itu merupakan sesuatu yang baik, karena kondisi itu menunjukan kondisi masyarakat yang sadar akan pentingnya sebuah sistem dalam tatanan masyrakat kecil, sebuah sistem yang seharusnya dijadikan sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas masyarakat kampung itu sendiri baik kualitas infrastruktur fisik ataupun kualitas Sumber Daya Manusia. Selain itu banyaknya organisasi juga menunjukan bahwa adanya kesadaran anak-anak muda untuk mulai berkarya untuk kampungnya sendiri.

Organisasi seyogyanya harus saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama, memajukan kampung halaman, bukan saling menjatuhkan atau saling mencemooh satu sama lain.
Mencemooh organisasi lain bahkan menjatuhkan organisasi lain dengan omongan-omongan yang tidak benar adanya sama artinya dengan menujukan bahwa anda dan organisasi anda adalah organisasi kampungan yang tak berdasar pada program. Atau mungkin hal itu menunjukan bahwa ego individu menguasai organisasi, ego yang merasa paling benar dan hebat.
Persaingan antar organisasi itu wajar adanya, persaingan dalam hal program pemberdayaan bagi masyarakat. Kita bisa pastikan jika organisasi-organisasi dikampung bersaing dalam karya maka yang paling merasakan dampaknya adalah masyrakat kampung dan kemajuan kampung.
Bayangkan jika organisasi itu bersaing saling mengalahkan dalam hal program pengembangan masyarakat, menawarkan dan menjalankan program-program terbaik. Organisasi A merelealisasikan program terbaiknya untuk pembangunan masyarakat, kemudain organisasi B tidak mau kalah kemudian merelisasikan program terbaiknya, kemudian begitupun dengan organisasi C, D, hingga sterusnya, maka bisa pastikan masyarakat akan menerima manfaat dari banyak unsur organisasi.

Tunggu dulu Organisasi itu apa sebenarnya?
Kata Wikipedia sih begini: Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Rasional, sitematis, terencana, terpimpin dan terkendali ini point penting yang harus dimiliki pleh organisasi, tentu adanya tujuan adalah hal yang juga tidak kalah penting bagi sebuah organisasi.
Monngo di cek organisasi teman-teman apakah benaran organisasi atau hanya perkumpulan biasa untuk sekedar makan-makan dan liburan bareng?

Kalo emang masih perkumpulan, bisa dicoba untuk merubah dia jadi Organisasi lagi, supaya dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat kampung kita masing-masing. 

Comments

Popular posts from this blog

Arti Sebuah Ijasah

14 Maret 2016 ijazah ditanda ta n gani oleh R ektor Univers i tas Bakrie yang berarti bahwa saya telah resmi menyandang gelar S.M,. 29 September 2016 saya baru mengambil ijazah di Universitas Bakrie. Lalu kenapa baru di ambil? Prinsip yang saya coba tanamkan dalam diri saya adalah Pendidikan, gelar, kekayaan, garis keturunan keluarga, gaya hidup atau sejenisnya bukanlah hal yang pantas yang bisa dijadikan oleh seseorang untuk menyatakan diri lebih baik atau lebih tinggi dibandingkan orang lain. Saya masih yakin bahwa di dunia kita hanya perlu menjalankan peran yang diberikan oleh Allah kepada kita sebagai Abdi(u)llah dan Khalifah*. Perkara kedudukan dalam sebuah tatanan masyarakat atau organisasi, seperti pemimpin, ketua, koordinator atau yang lainnya kita hanya perlu menjalankan semuanya dengan tetap berpegang pada prinsip dasar peran kita di dunia. Tanpa harus menjatuhkan, menyalahkan, atau merendahkan kedudukan lainnya karena pada dasarnya kedudukan kita sama. Jad...

ANAK KAMPUNG

“Saya Andri anak muda kampung yang lagi tinggal di kampung, dan berusaha membuktikan kepada anak muda kampung lain bahwa berdaya itu tidak hanya di kota, tapi juga bisa di kampung” Ungkapn kenalan ini yang belakangan menemani saya ketika menjadi narasumber dalam beberapa acara pelatihan, talkshow, atau seminar. Ungkapan itu sejatinya adalah motivasi untuk diri sendiri, sebagai penguat langkah akan visi   hidup diri sendiri yang lagi berusha berdaya dari kampung. Selebihnya tentu saya juga berharap bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda kampung yang lagi berjuang di kota untuk kembali ke kampung. Pilihan untuk pulang kampung sejatinya bukan pilihan yang mudah, karena akan banyak tantangan dan cobaan yang menghampiri, oleh karena itu saya sejujurnya tidak memaksakan untuk anak-anak muda kampung lain untuk kembali ke kampung mereka sendiri, walaupun saya sangat berharap semakin banyak anak muda yang memutuskan untuk tinggal di kampung dan mulai membangun Indonesia ...

Jalanan Kota ini

Sumber Foto: Google Tiga bulan lamanya sudah, diri ini menghabiskan waktu dua jam setiap harinya di jalanan kota ini. Jalanan kota ini seolah menunjukan beraneka ragam kehidupan, mulai dari kehidupan yang super mewah hingga kehidupan yang super bawah. *** Ketika mata ini dipertunjukan akan kehidupan mereka yang penuh dengan  kemewahan dunia, sontak semangat untuk berjuang mencapai kesuksesan itu begitu membara, seraya hati ini berbisik lirih.. “suatu saat diri ini pasti mendapakatnya” “jika mereka bisa kenapa diri ini tidak bisa” Namun... Saat jalanan kota ini memperlihatkan kehidupan mereka yang begitu tidak layak, hati ini sektika terenyuh, sedih, dan perihatin akan nasib mereka, hingga akhirnya hati inipun berbisik lirih. “betapa beruntungnya diri ini masih bisa berjalan dengan tegak” “betapa beruntungnya diri ini masih bisa tidur di tempat yang layak” “betapa beruntungnya diri ini masih bisa makan tiga kali sehari dengan lauk yang lumayan enak” “Alh...