Skip to main content

ISLAM DAN INDONESIA BUTUH SOSOK IBU YANG LUAR BIASA


Mari simak cerita  yang ane kutip dari majalah OPENMINDS

Suatu hari setelah adzan magrib Dani sedang berad di rumah bersama anaknya, Marwan. Saat Dani sedang merencanakan tempat berkumpul bersama teman-temannya, tiba-tiba dia dikagetkan oleh anaknya.

Anaknya mengajak dia bicara dengan bahasa isyarat yang artinya “Mengapa engkau tidak Shalat wahai bapak?”

Kemudian marwan menunjukan tanganya ke atas, yang artinya marwan mengatakan bahwa Allah yang di langit melihatmu pa.

Terkadang Dani dilihat oleh anaknya sedang melakukan dosa, dan dia kagum kepada anaknya karena anaknya selalu menakut-nakuti Dani dengan ancaman Allah.

Anak Dani selau mengis didepan Dani, saat itupula dia berusaha merangkul anaknya akan tetapi anaknya selalu menghindar dari dia.

Tak berapa lama Marwan pergi kekamar mandi untuk mengambil air wudhu, meskipun wudunya belum begitu sempurna, TAPI IA BELAJAR DARI IBUNYA YANG JUGA HAFAL AL-QUR’AN. Iya selalu mesehati bapaknya tetapi belum juga membawa faidah buat dani.

Kemudian Marwan yang bisu itu kembali lagi menemui dani untuk memberi isyarat supaya Dani mau menunggu sebentar. Lalu Marwan shalat magrib didepan Bapaknya.

Setelah selsai ia bangkit dan mengambil Al-Qur’an membukanya dengan cepat dan menunjukan jari ke sebuah ayat yang artinya : “Wahai Bapakku sesungguhnya aku khwatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah yang maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan” (Maryam: 45).

Kemudian Marwan menangis dengan kerasnya dan Danipun ikut menangis bersama anaknya. Kemudia Marwan menngusap air mata bapaknya. Kemudian Marwan mencium kepala dan tangan bapaknya, setelah itu ia bicara kepada bapaknya dengan bahsa isyarat yang artinya “ Shalatlah wahai ayahku sebelum engkau ditanam dalam kubur dan sebelum adzab datang kepadamu.

Saat itu dani meraskan ketakutan yang sangat luar biasa. Segera dia menyalakan lampu rumah dan Marwan mengikutinya dari ruangan yang satu sampai ruangan yang lainsambil Marwan memperhatikanya dengan aneh.

Kemudia Marwan berkata kepada Dani bapaknya “ Tinggalkan urusan lampu mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi).” Kemudian Dani mengatajak anaknya ke Masij yang dekat dengan rumahnya. Akan tetapi Marwan bersikeras meminta bapknya untuk mengantarkannya ke Masjid Nabawi. Dan akhirnya  Dani mengalah kepada Marwan dan mereka berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut. Dlaam perjalanan Marwan selalu memandangi Bapaknya.

Sesampainya di Masjid mereka langsung masuk ke Raudhah yang penuh dengan manusia. Tidak lama masuk iqamat untuk shalat isya’ saat itu imam masjid membaca Firman Allah (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiap yang mengikuti langkah-langkah syathan. Maka sesunggguhnya syatan itumenyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu)selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siap yang dikehendaki-Nya. Dan Allah maha mendengar dan Maha Mengetahui” (An-Nuur: 21)

Setelah itu Dani tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada di Sampingnya melihat dia menangis, Marwan ikut mengis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakunya dan mengelap air mata Dani. Selsai shalat, Dani masih mengis dan Marwan terus mengusap air mata dani. Sejam lamanya dia duduk sampai Marwan mengatakan kepada bapaknya, “Sudahlah wahai bapaku”.
Stelah itu mereka pulang, dan malam itu jadi malam paling berharga buat Dani karena ia merasa baru terlahir kembali dan ia merasa disadrkan oleh anaknya. Sesampai dirumah iistri dan anak-anak Dani yang lain menemuinya, mereka semua menangis melihat Dani, padahal mereka tidak mengetahui apa yang terjadi.

Setelah itu Dani menjadi pribadi yang berbeda, dia mampu merasakan indahnya iman, dia meninggalkan teman-temanya yang buruk. Dan dia sangat bangga sama Marwan anaknya yang telah menyadarkannya.

Teman satu hal yang paling penting
“ Allah akan memberikan hidayah kepada hambanya yang benar-benar ingin bertaobat, tanpa disadari dari mana hidayah itu di pancarkan”

Selanjutnya teman-teman bisa membaca kisah Ibu Septi Peni Wulandani http://www.tipspendidikananak.web.id/2014/11/subhanallah-ibu-ini-membawa-anaknya.html sosok ibua yang mampu mendidik anaknya hingga mampu menjadi anak teladan dan kuliah di luar negeri tanpa harus sekolah di sekolah formal

Yang saya ingin bahas terkait dua kisah di atas adalah sesungguhnya anak yang hebat akan lahir dari ibu yang luar biasa. Maka dari itu buat para lelaki ayo berlomba-lomba menacari calon istri yang baik, yang paling utama adalah baik dari segi pengetahuan agama. Istri yang baik akan mendidik anak dengan baik, serta akan membawa suami ke arah yang baik. Jika istilah dibalik laki-laki hebat ada perempuan yang luar biasa sering kita dengar, saya ingin mengatakan bahwa dibalik anak-anak yang hebat ada sosok ibu yang luar biasa.

Salah satu usaha yang bisa dilakukan kita sebagai laki-laki untuk mendapatkan wanitia terbaik adalah  berusha memperbaiki diri, karena Allah Swt telah berfirman dalam surah An-Nur ayat 26 yang artinya
“ wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laik-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik pula.....”

Buat teman-teman yang wanita mari sama-sama perbaiki diri, karena kalian adalah aspek terpenting bagi kebangkitan agama islam dan negara kita, dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh ust. Felix  beliau mengatakan “apabila orang non islam ingin merusak agama islam maka satu hal yang menjadi target utama mereka adalah perempuan, karena perempuan adalah pilar utama agama, apabila permepuan-perempuan islam rusak maka islam akan rusak”.

Sadar atau tidak sadar wanita adalah pilar agama dan kunci kebangkitan negara ini. wanita bisa menghasilkan calon-calon pemimpin hebat buat agama dan bangsa apabila wanita mampu mendidik anak-anaknya dengan baik nantinya. Untuk mampu mendidik anak-anak dengan baik, maka wanita harus mampu mempunyai pengetahuan tentang agama, dan ilmu pengetahuan yang baik pula, oleh karena itu buang jauh-jauh anggapan bahwa wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi toh akan jadi ibu rumah tangga, justru kalian yang harus menuntut ilmu setinggi-tingginya, untuk anak-anak kalian generasi penerus islam dan negara kita.
Karena sesungguhnya Islam dan Indonesia Butuh Sosok Ibu yang hebat.

Selamat Hari Ibu buat kita semua.

Buat my Mom, kau adalah sosok paling hebat dalam hidupku. Dan cintaku akan selalu tercurah untukmu.

Comments

Popular posts from this blog

Arti Sebuah Ijasah

14 Maret 2016 ijazah ditanda ta n gani oleh R ektor Univers i tas Bakrie yang berarti bahwa saya telah resmi menyandang gelar S.M,. 29 September 2016 saya baru mengambil ijazah di Universitas Bakrie. Lalu kenapa baru di ambil? Prinsip yang saya coba tanamkan dalam diri saya adalah Pendidikan, gelar, kekayaan, garis keturunan keluarga, gaya hidup atau sejenisnya bukanlah hal yang pantas yang bisa dijadikan oleh seseorang untuk menyatakan diri lebih baik atau lebih tinggi dibandingkan orang lain. Saya masih yakin bahwa di dunia kita hanya perlu menjalankan peran yang diberikan oleh Allah kepada kita sebagai Abdi(u)llah dan Khalifah*. Perkara kedudukan dalam sebuah tatanan masyarakat atau organisasi, seperti pemimpin, ketua, koordinator atau yang lainnya kita hanya perlu menjalankan semuanya dengan tetap berpegang pada prinsip dasar peran kita di dunia. Tanpa harus menjatuhkan, menyalahkan, atau merendahkan kedudukan lainnya karena pada dasarnya kedudukan kita sama. Jad...

ANAK KAMPUNG

“Saya Andri anak muda kampung yang lagi tinggal di kampung, dan berusaha membuktikan kepada anak muda kampung lain bahwa berdaya itu tidak hanya di kota, tapi juga bisa di kampung” Ungkapn kenalan ini yang belakangan menemani saya ketika menjadi narasumber dalam beberapa acara pelatihan, talkshow, atau seminar. Ungkapan itu sejatinya adalah motivasi untuk diri sendiri, sebagai penguat langkah akan visi   hidup diri sendiri yang lagi berusha berdaya dari kampung. Selebihnya tentu saya juga berharap bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda kampung yang lagi berjuang di kota untuk kembali ke kampung. Pilihan untuk pulang kampung sejatinya bukan pilihan yang mudah, karena akan banyak tantangan dan cobaan yang menghampiri, oleh karena itu saya sejujurnya tidak memaksakan untuk anak-anak muda kampung lain untuk kembali ke kampung mereka sendiri, walaupun saya sangat berharap semakin banyak anak muda yang memutuskan untuk tinggal di kampung dan mulai membangun Indonesia ...

Jalanan Kota ini

Sumber Foto: Google Tiga bulan lamanya sudah, diri ini menghabiskan waktu dua jam setiap harinya di jalanan kota ini. Jalanan kota ini seolah menunjukan beraneka ragam kehidupan, mulai dari kehidupan yang super mewah hingga kehidupan yang super bawah. *** Ketika mata ini dipertunjukan akan kehidupan mereka yang penuh dengan  kemewahan dunia, sontak semangat untuk berjuang mencapai kesuksesan itu begitu membara, seraya hati ini berbisik lirih.. “suatu saat diri ini pasti mendapakatnya” “jika mereka bisa kenapa diri ini tidak bisa” Namun... Saat jalanan kota ini memperlihatkan kehidupan mereka yang begitu tidak layak, hati ini sektika terenyuh, sedih, dan perihatin akan nasib mereka, hingga akhirnya hati inipun berbisik lirih. “betapa beruntungnya diri ini masih bisa berjalan dengan tegak” “betapa beruntungnya diri ini masih bisa tidur di tempat yang layak” “betapa beruntungnya diri ini masih bisa makan tiga kali sehari dengan lauk yang lumayan enak” “Alh...