Skip to main content

Posts

ANAK KAMPUNG

“Saya Andri anak muda kampung yang lagi tinggal di kampung, dan berusaha membuktikan kepada anak muda kampung lain bahwa berdaya itu tidak hanya di kota, tapi juga bisa di kampung” Ungkapn kenalan ini yang belakangan menemani saya ketika menjadi narasumber dalam beberapa acara pelatihan, talkshow, atau seminar. Ungkapan itu sejatinya adalah motivasi untuk diri sendiri, sebagai penguat langkah akan visi   hidup diri sendiri yang lagi berusha berdaya dari kampung. Selebihnya tentu saya juga berharap bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda kampung yang lagi berjuang di kota untuk kembali ke kampung. Pilihan untuk pulang kampung sejatinya bukan pilihan yang mudah, karena akan banyak tantangan dan cobaan yang menghampiri, oleh karena itu saya sejujurnya tidak memaksakan untuk anak-anak muda kampung lain untuk kembali ke kampung mereka sendiri, walaupun saya sangat berharap semakin banyak anak muda yang memutuskan untuk tinggal di kampung dan mulai membangun Indonesia ...

Kenapa Harus Social Enterprise?

Ada beberapa masalah yang saat ini dihadapi Indonesia yang masalah tersebut hampir merata dirasakan di setiap daerah di Indonesia. Masalah-masalah tersebut sperti, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kesadaran akan sampah yang masih rendah bahkan Indonesia adalah Negara ke dua penyumbang sampah plastic terbesar di dunia, tingkat pendidikan yang masih rendah, isu stunting menurut data dari UID ada sekitar 36 % bayi yang lahir berpotensi mengalami stunting, ketimpangan sosial, dan technology distruption serta beberapa masalah lain. Ketimpangan sosial misalnya saat ini ekonomi Indonesia hanya dikuasai oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, menurut data dari Oxfarm 4 orang terkaya di Indonesia menguasai kurang lebih 100 juta kekayaan masyarakat miskin Indoneisa. Masalah-masalah diatas bisa diselsaikan dengan beberapa cara tentunya, sperti melalui kebijakan pemerintah, anak-anak muda mau mendirikan NGO dengan fokus tertentu,   dan atau mendirikan...

Membangun Indonesia dari Struktur Terkecil

(Tulisan 4 stengah tahun yang lalu) Saya adalah seorang mahasiswa   manajemen disebuah universitas swasta di Jakarta, menurut saya konsep yang bisa dikembangkan oleh pemrintahan yang terpilih adalah pembangunan harus dimulai dari unsur terkecil negara ini, unsur apa itu menurut pandangan saya unsur terkecil tersebut adalah Dusun yaitu sebuah sistem pemerintahan yang lebih kecil dari Desa. Kenapa saya terfokus untuk membangun dusun karena menurut saya ketika masyarakat dusun sudah berdaya entah dengan menciptakan lapangan kerja terjangkau atau dengan meningkatkan kualitas SDM dalam dusun tersebut, maka masyarakat desa, Kecematan, Kabupaten, provinsi dan pada ujungnya negara akan berdaya dan maju. Sama sperti membangun sebuah gedung mewah dengan lantai menjulang sperti Bakrie Tower, BNI Tower atau beberapa gedung tinggi lainnya di Indonesia hal yang paling utama dibangun adalah pondasi dari gedung itu karena dengan pondasi yang kuat maka gedung tersebut akan kuat dan tahan akan...

Desa & Bisnis Sosial

Saya mau cerita sedikit dulu sebelum masuk ke topik pembahasan utama, 2018 alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dalam beberapa program singkat di beberapa daerah di Indonesia, mulai dari pelatihan tentang Active Citizenship dan interpretasi pariwisata di Bali, Putra Daerah Membangun di Makasar, Akademi Kewirausahaan Masyarakat di Ygyakarta, Youth Action Forum di Jakarta, dan puncaknya di 2018 Kompetisi Sociopreneur Muda Indonesia di Yogyakarta yang berdasarkan hasil penjurian kami mendapatkan kesempatan menjadi yang terbaik ketiga. Keluar negeri kapan, mari tunggu takdir terbaik dari Allah selanjutnya. Mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di luar daerah tentu merupakan salah satu nikmat terbaik yang diberikan oleh Allah swt kepada saya, akan tetapi nikmat tersebut akan selalu mempunyai konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan karena sepengetahuan saya setiap nikmat termasuk ilmu yang diberikan oleh Allah Swt akan selalu diminta pertanggungjawaban...

Isu Bodoh Ratna “K*Mpret”, Nilai Rupiah, Dan Ekonomi Rakyat Negeriku.

  Tulisan ngasal saya kali ini mengangkat tema cukup berat, tapi menurut saya layak dan sangat perlu diketahui oleh masayrakat. Saya nulis tulisan ngasal ini karena saya geram melihat kondisi para elit kita yang seolah memnfaatkan media untuk menggiring perhatian masyarakat pada hal-hal yang tidak substansial bahkan tidak penting, sehingga masyarakat seolah tak peduli dengan kondisi yang jauh lebih penting misalnya soal kondisi ekonomi makro negeri ini, yang sebenarnya berpengaruh pada ekonomi mikro masyarakat kecil. Hal tidak penting yang mana, hal penting apa, kaitannya ekonomi makro dengan kondisi ekonomi mikro yang sperti apa, yuk kita bahas bareng-bareng. Kita akan mulai dari hal-hal tindak penting yang saat ini lagi diblow up oleh seluruh media mainstream negeri ini, media televisi, media cetak, apalagi media online. Mari kita tengok beberapa media yang jadi tranding topic di negeri ini, telvisi yang di pempin oleh media-media mainstream sperti TV-One, Metro TV, K...

Politik "Mungkin Belum Saatnya"

Akhirnya nulis lagi. Kali ini saya akan bercerita tentang Politik. TGB Bilang Politik itu sama saja dengan perdagangan, dia hanyalah wadah. Baik buruknya tergantung pada apa yang diisi didalamnya oleh orang yang berpoltik. Kira-kira sperti itulah ungkapan yang dikemukakan oleh beliau dalam Kajian Tauhid di Bandung bersama AA Gim dan Ust. Abdul Somad. Menurut saya? Teoritis memang sperti itu, Politik itu Mulia dan tidak seharusnya di jauhi. Bahkan ungkapan umumyang mengatakan bahwa   “kalo orang baik menjauhi politik, maka selamanya politik itu akan kotor” memang benar. Tapi kalo jumlah “ORANG BAIK ITU SEDIKIT MAKA TETAP SAJA ORANG JAHAT AKAN MENGOTORI POLITIK ITU” dan Politik itu akan kotor. Jadi gini saya nulis begini karena Saya Lagi Pesimis tingkat dewa akan nasib daerah saya, akan kondisi politik di daerah saya, ehh bukan daerah saya doang deh tapi INDONESIA, salah satunya contohnya adalah daearah saya. Saya ngerasa tidak ada sosok pemimpin yang pantas mem...

Indonesia si Macan Asia yang Tak Berdaya

Indonesia adalah Macan Asia stidaknya julukan ini sempat terlontar saat jaman Orde Baru lalu, ungkapan seolah yang menunjukan berapa penting dan besarnya Indonesia masa itu dengan pembangunannya, kebebesan mungkin sedikit terkekang kala itu, tapi setidaknya dunia mengakui Indonesia sebagai Macan. Sekarang apa kabar? Dunia menyebut Indonesia sebagai Negara yang mempunyai potensi untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia, sejajar dengan Cina dan India, tapi hanya berpotensi, sekali lagi hanya berpotensi.  Sebuah potensi yang entah kapan akan menjadi nyata. Indonesia itu Macan Asia, julukan yang pantas jika kita tengok dari segi kekayaan Alam, Hampir disetiap Penjuru Indonesia mempunyai sumber daya yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan mulai dari Sumber Daya Alam yang bisa diperbaharui hingga sumber daya alam yang tak bisa diperbaharui, mulai dari sumber daya pertanian hingga sumber daya di sektor pertambangan. Mari tengok Brunei Darusalam Negara kecil yan...